Sitasi dan Referensi

Sitasi dan Referensi


Abdi Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat menggunakan gaya sitasi dan penulisan Daftar Pustaka berdasarkan American Psychological Association Edisi Ketujuh (APA 7th Edition). Sitasi dalam teks menggunakan sistem penulis–tahun (author–date system). Setiap sumber yang disitasi dalam teks harus tercantum dalam Daftar Pustaka dan setiap sumber yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka harus dirujuk dalam teks. Ketentuan teknis pengacuan mengikuti APA Style: References ↗ .

Penulis bertanggung jawab atas ketepatan, kelengkapan, keterlacakan, relevansi, dan keabsahan seluruh sumber yang digunakan. Referensi harus memiliki hubungan ilmiah yang jelas dengan substansi artikel dan berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Penulis tidak diperkenankan mencantumkan sumber yang tidak dibaca, tidak dapat ditemukan, tidak dapat diverifikasi, atau tidak mendukung pernyataan yang dirujuk. Setiap referensi harus diperiksa langsung terhadap sumber aslinya sebelum naskah dikirimkan.

Sumber dari jurnal ilmiah, prosiding ilmiah, hasil penelitian, tesis, disertasi, skripsi, monograf hasil penelitian, buku akademik, serta dokumen resmi lembaga dapat digunakan sesuai dengan relevansinya. Blog pribadi, Wikipedia, situs web yang tidak memiliki identitas atau otoritas yang jelas, dan sumber lain yang tidak dapat diverifikasi secara akademik tidak digunakan sebagai dasar utama argumentasi ilmiah.

Apabila suatu sumber memiliki Digital Object Identifier (DOI), DOI dicantumkan secara akurat dalam bentuk tautan aktif dengan format https://doi.org/xxxxx. Penulis harus memeriksa kesesuaian nama penulis, tahun publikasi, judul, nama jurnal atau penerbit, volume, nomor, halaman, DOI, URL, dan metadata bibliografis lainnya.

Penulis dianjurkan menggunakan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley, Zotero, EndNote, atau aplikasi sejenis untuk membantu menjaga konsistensi sitasi dan Daftar Pustaka. Penggunaan aplikasi tersebut tidak menghilangkan tanggung jawab penulis untuk memeriksa kembali kebenaran dan kelengkapan setiap referensi.

Jumlah dan Proporsi Sumber Primer


  1. Setiap artikel menggunakan sekurang-kurangnya 15 sumber referensi yang relevan dengan substansi artikel.
  2. Lebih dari 80% dari seluruh referensi sebaiknya merupakan sumber primer.
  3. Sumber primer mencakup artikel jurnal ilmiah, prosiding ilmiah, tesis, disertasi, skripsi, manuskrip hasil kajian asli, monograf hasil penelitian, atau sumber lain yang secara langsung melaporkan hasil penelitian atau karya ilmiah asli.
  4. Artikel jurnal ilmiah yang relevan dan berkualitas diprioritaskan sebagai sumber utama untuk membangun state of the art, mendukung analisis kesenjangan, membandingkan hasil, dan memperkuat pembahasan artikel.
  5. Buku akademik, dokumen kebijakan, peraturan, standar, dan sumber sekunder lainnya dapat digunakan apabila diperlukan, tetapi penggunaannya harus proporsional dan tidak menggantikan kebutuhan terhadap sumber primer.

Kemutakhiran Referensi


  1. Lebih dari 80% referensi sebaiknya berasal dari publikasi dalam 10 tahun terakhir, dihitung berdasarkan tahun penerbitan artikel.
  2. Sumber mutakhir digunakan terutama untuk menunjukkan perkembangan pengetahuan terkini, membangun state of the art, mendukung analisis, membandingkan hasil, dan memperkuat pembahasan artikel.
  3. Sumber klasik atau fundamental yang berusia lebih dari 10 tahun tetap dapat digunakan apabila relevan untuk menjelaskan teori, konsep, metode, sejarah perkembangan bidang, atau sumber asli suatu gagasan.
  4. Sumber klasik atau fundamental tidak sebaiknya dijadikan dasar utama untuk membandingkan hasil mutakhir, membangun pembahasan terkini, atau menjustifikasi orisinalitas dan kontribusi kebaruan apabila tersedia sumber ilmiah yang lebih baru dan relevan.

Integritas Sitasi


Sitasi digunakan untuk memberikan atribusi secara tepat terhadap gagasan, teori, data, metode, hasil penelitian, atau karya pihak lain yang memiliki hubungan ilmiah dengan isi artikel. Setiap referensi yang dicantumkan harus memberikan kontribusi nyata terhadap argumentasi, metode, analisis, atau pembahasan artikel.

Penulis tidak diperkenankan mencantumkan referensi yang tidak digunakan, tidak relevan, tidak dapat diverifikasi, atau menambahkan sitasi semata-mata untuk meningkatkan jumlah sitasi penulis, kelompok tertentu, institusi, jurnal, atau penerbit.

Referensi yang ditemukan melalui mesin pencari, aplikasi manajemen referensi, basis data, atau perangkat Kecerdasan Artifisial tetap harus diperiksa secara langsung oleh penulis. Penulis harus memastikan bahwa sumber tersebut benar-benar ada, informasi bibliografisnya akurat, relevan dengan artikel, dan benar-benar mendukung pernyataan yang disitasi.

Sitasi terhadap karya sendiri (self-citation) diperbolehkan apabila memiliki relevansi ilmiah yang nyata dan diperlukan untuk mendukung substansi artikel. Self-citation yang berlebihan, tidak relevan, atau digunakan terutama untuk meningkatkan jumlah sitasi tidak diperkenankan.

Penulis tidak diperkenankan melakukan pertukaran sitasi, sitasi terkoordinasi, kelompok sitasi, atau praktik lain yang bertujuan meningkatkan jumlah sitasi secara tidak wajar. Pencegahan praktik tersebut memperhatikan COPE Discussion Document: Citation Manipulation ↗ .

Rekomendasi Sitasi oleh Editor dan Mitra Bestari


Tim Editor dan Mitra Bestari dapat menyarankan penambahan, penggantian, atau penghapusan referensi apabila diperlukan untuk meningkatkan ketepatan, kelengkapan, kemutakhiran, dan kualitas akademik artikel.

Setiap rekomendasi sitasi harus memiliki alasan akademik dan hubungan ilmiah yang jelas dengan substansi naskah. Rekomendasi sitasi tidak digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan jumlah sitasi terhadap individu, kelompok, institusi, jurnal, atau penerbit tertentu.

Tim Editor dan Mitra Bestari tidak diperkenankan mensyaratkan penambahan sitasi yang tidak relevan terhadap karya pribadi, karya pihak tertentu, atau artikel yang diterbitkan oleh Abdi Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.

Penulis dapat memberikan alasan akademik apabila tidak menyetujui rekomendasi penambahan referensi yang dinilai tidak relevan. Dugaan manipulasi sitasi ditangani sebagai persoalan integritas publikasi sesuai dengan Penanganan Pelanggaran Integritas Akademik Abdi Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dan prinsip COPE Principles of Transparency and Best Practice in Scholarly Publishing ↗ .

Sitasi dalam Teks


Beberapa bentuk umum sitasi dalam teks berdasarkan APA Edisi Ketujuh adalah sebagai berikut:

  1. Satu penulis: (Santoso, 2021) atau Santoso (2021).
  2. Dua penulis dalam sitasi parentetik: (Rahman & Sari, 2020). Dalam sitasi naratif berbahasa Indonesia: Rahman dan Sari (2020).
  3. Tiga penulis atau lebih: (Wijaya et al., 2019) atau Wijaya et al. (2019).
  4. Beberapa sumber dalam satu sitasi: (Hakim, 2020; Rahman & Sari, 2021; Wijaya et al., 2022).
  5. Kutipan langsung satu halaman: (Hakim, 2022, p. 45). Kutipan langsung lebih dari satu halaman: (Hakim, 2022, pp. 45–46).
  6. Penulis berupa lembaga atau organisasi: (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023) atau Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2023).

Penulisan Daftar Pustaka


Daftar Pustaka disusun secara alfabetis berdasarkan nama belakang penulis dan mengikuti APA Edisi Ketujuh serta format yang ditetapkan dalam Templat Artikel Abdi Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.

Contoh beberapa jenis referensi adalah sebagai berikut:

  1. Artikel jurnal dengan DOI:
    Maure, O. P., Lalang, A. R., Fallo, S. I., Nay, F. A., Pote, F., & Mauleto, K. (2024). Sosialisasi pengenalan konsep etnomatematika kepada siswa dan guru SMA Negeri 3 Amarasi Timur. ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 164–172. https://doi.org/10.59632/abdiunisap.v2i2.305
  2. Buku:
    Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
  3. Artikel dalam prosiding:
    Wibowo, A. B. S., Sundana, A., Alkarim, L. M. S., & Budiyanto, A. (2024). Inovasi teknologi dalam pendidikan: Menciptakan pembelajaran yang efektif. Prosiding Seminar Nasional Manajemen, 4(1), 20–26. https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/PSM/article/view/44725
  4. Dokumen atau laporan lembaga:
    Nama Lembaga. (Tahun). Judul dokumen atau laporan. Penerbit/Lembaga. URL
  5. Sumber web resmi:
    Nama Penulis/Lembaga. (Tahun, Bulan Tanggal). Judul halaman atau dokumen. Nama Situs. URL